Kamis, 09 Februari 2012

1.SENI TARI

Seni tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika.

Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut.

Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990, 2). Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan.Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987, 12). Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan.

PhotobucketTari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV), maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus
berupa pergelaran tari,dan acara tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan, perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat.

Tari merupakan salah satu cabang seni, di mana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja, pada waktu kapan saja.

Sebagai sarana komunikasi, tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis, melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat.

Apabila disimak secara khusus, tari membuat seseorang tergerak untuk mengikuti irama tari, gerak tari, maupun unjuk kemampuan, dan kemauan kepada umum secara jelas. Tari memberikan penghayatan rasa, empati, simpati, dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya.
Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan, ungkapan komunikasi kata-kata, dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari.

Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur, menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas.

Seperti dikutip oleh M. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987, 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli, 1994:44).

Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu bergerak. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). Sebaliknya, gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement).

Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa, tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins, 1990:2). Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa, pengertian tari adalah unsur dasar gerakyang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama.

Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik, diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. Sebagai bentuk latihanlatihan, tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak, rasa, dan irama seseorang. Oleh sebab itu, tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya.
Prof. Sardono W. Kusumo


Penata Tari bagi Nurani Manusia

Seniman penata tari dan penari berambut sebahu, lulusan SMA Negeri 4 Surabaya, Sardono Waluyo Kusumo dikukuhkan menjadi Guru Besar Institut Kesenian Jakarta (IKJ) 14 Januari 2004. Ia seniman pertama dari Asia yang mendapat penghargaan ISPA. Sepanjang karirnya dia telah menghasilkan tak kurang 25 tarian. Sejak usia 23 tahun ia tak pernah berhenti menciptakan karya tari bukan untuk jual beli, tetapi mencari arti bagi nurani manusia. Ia penata tari Indonesia berkaliber internasional.

Pagelaran tari “Nobody’s body” yang merupakan karya teranyarnya tahun 2000 serta peluncuran buku berjudul “Hanuman, Tarzan, dan Homo Erectus” turut menyemarakkan pengukuhan sang profesor yang seluruh hidupnya diabdikan hanya untuk seni tari.

Buku berisi kumpulan tulisan Sardono tentang tari agaknya menjadi salah satu alasan pelengkap penganugerahan jabatan pengajar tertinggi di lingkungan akademis itu. Mengingat, “sang prof” Mas Don –begitu pria kelahiran Surakarta 6 Maret 1945 ini biasa dipanggil— bukanlah jebolan sarjana setingkat S-1. Maklum, kuliah ayah satu anak ini, di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada maupun Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tidak sampai selesai. Kendati demikian gelar itu dijamin tidak palsu sebab sudah ditandatangani langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional Malik Fadjar pada 31 Mei 2003 lalu berdasarkan SK Bersama Menteri Pendidikan Nasional nomor 9601/A2.7/KP/2003.

Penghargaan seni tari yang pernah diterima Mas Don bukan hanya dari dalam negeri. Mas Don menerima Distinguished Artist Award dari International Society for the Perfoming Arts Foundation (ISPA), pada saat Masyarakat Seni Pertunjukan Internasional menyelenggarakan kongres di Singapura pada 20 Juni 2003 lalu.



Sanusi Pane (1905-1968)


Sanusi Pane, sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru. Pria kelahiran Muara Sipongi, Sumatera Utara, 14 November 1905, ini juga berprofesi sebagai guru dan redaktur majalah dan surat kabar. Ia juga aktif dalam dunia pergerakan politik, seorang nasionalis yang ikut menggagas berdirinya “Jong Bataks Bond.” Karya-karyanya banyak diterbitkan pada 1920 -1940-an. Meninggal di Jakarta, 2 Januari 1968

AWK Samosir

Totalitas Buat Gondang dan Opera Batak

Hampir seluruh hidupnya untuk gondang, uning-uningan, tortor dan opera Batak. Ia murid langsung almarhum Tilhang Oberlin Gultom itu (pendiri opera Batak akhir tahun 1920-an). Ia amat gelisah atas perkembangan kesenian Batak dewasa ini. Sebab, menurutnya, semua orang Batak sudah menyeleweng dari budayanya. Lihat pesta-pesta perkawinan, band lebih selalu ditanggap ketimbang gondang termasuk saat mangulosi, menyampirkan ulos kepada pengantin dan kerabatnya.

Menuju rumahnya di belahan timur Jakarta selepas tol, jalan aspal menanjak dan sempit. Hanya bilangan kilometer dari Taman Mini. Di sisi jalan menganga sebuah gang semak dan tanah coklat. Seorang perempuan muda cantik sedang menanti. Ia memandu kami.
Tak sampai tiga menit, tersua hamparan tanah merah 200-an meter persegi. Kering dan keras sebab matahari sedang terik. Tak satu belukar tumbuh. Hanya rumah petak berpintu lima yang kelihatan di seberang. Lantainya satu kaki di bawah permukaan tanah merah itu. Bila hujan turun, gumpalan lumpur mesti melekat di kasut mengonggok di lantai rumah bilik itu.

Sesosok laki-laki dengan seluruh rambut memutih berdiri di mulut pintu salah satu petak. Di tahun 1970 hingga 1980-an, wajah itu kerap terlihat di TVRI. Jarinya memetik kecapi di tengah gondang atau uning-uningan Toba. Tahunan ia menata dan mengisi tayangan tortor dan opera Batak di situ. Di tahun 1990-an sesekali ia mengiringi nyanyian dan tari Batak, bersama regu band Tarida Pandjaitan br Hutauruk, dalam program Horas di televisi swasta. Ia mudah dikenali dalam sorotan kamera, sebab pada usia tujuh puluhan, rambut putihnya selalu terkucir.


Rustandi Kartakusuma (1921-2008)

Sastrawan Angkatan 45

Budayawan dan sastrawan angkatan 45, Mh Rustandi Kartakusuma, yang akrab dipanggil Uyus, meninggal dunia dalam usia 87 tahun, Jumat 11 April 2008 pukul 06.15 WIB di Panti Jompo Ria Pembangunan, Cibubur. Pria kelahiran Ciamis, Jawa Barat, 20 Juli 1921, itu tidak menikah sampai akhir hayatnya. Pada masa mudanya, dia dikenal sebagai sastrawan yang produktif. Dimakamkan Jumat siang 11/4 di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon, Cibubur.

Uyus pernah mengajar di Yale University dan Harvard University, Amerika Serikat. Juga pernah memberikan kuliah di Massachusetts Institute of Technology atas undangan Stichting voor Culturele Samenwerking. Sempat setahun tinggal di Belanda dan belajar musik di Muzieklyceum, Amsterdam.

Pada masa tuanya, sejak 13 November 1996, Uyus tinggal di Panti Jompo setelah sebelumnya menumpang di rumah kakaknya di Kebon Sayur, Jakarta. Tahun 2004 Presiden Megawati Soekarnoputri ia menganugerahkan penghargaan Satya Lencana Kebudayaan atas jasanya mengembangkan kesusastraan dan kebudayaan Sunda. Yayasan Kebudayaan Rancage Ajip Rosidi juga menganugerahkan penghargaan Sastra Rancage atas kumpulan cerpennya.



Rusli

Si Pelukis Avant Garde

Rusli, pelukis senior yang sejajar dan seangkatan dengan pelukis Affandi, Sudjojono dan Hendra Gunawan. Dia dikenal sebagai tokoh pembaharu seni lukis Indonesia. Di samping juga konsistensinya untuk mempertahankan prinsip-prinsip dalam berkesenian, yakni kesederhanaan, baik dalam lukisan maupun dirinya.

Bagi Rusli, melukis bukan sekadar sebuah profesi, melainkan lebih tepat sebagai panggilan hidup dan pengabdian. Sebagai pelukis, Rusli memunyai karakter yang khas dalam karya-karyanya. Meski lukisan-lukisannya tampak sederhana, baik dalam garis, bidang, maupun warna, selalu tampak menarik.

Lukisan-lukisannya yang selalu berlatar putih adalah pengejawantahan dari sebuah kosmos. Bisa dilihat dari sapuan warna-warna tropisnya yang terbentuk dari bermacam garis sekali jadi. Sebagai bentuk pemahaman yang sangat kental darinya pada alam dan kehidupan. Karena bahasa garis itu pula, banyak orang yang tak gampang mencerna dan memahami lukisannya. Sehingga, seorang temannya, Umar Kayam, menyebut Rusli sebagai pelukis Avant Garde. Sebutan yang telah memopulerkan karya-karya Rusli.


Ridwan Saidi

Politisi dan Budayawan Betawi

Ridwan Saidi, pria kelahiran Jakarta, 2 Juli 1942, ini seorang politisi dan budaywan Betawi. Lulusan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini mantan Ketua Umum PB HMI, 1974-1976 dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 1977-1987.

Saat menjadi anggota DPR, mantan Ketua KNPI (1973-1978), ini hanya memiliki sebuah skuter Bajaj. Namun, ia lebih senang naik bis dan hidup hanya dari gajinya.

Semasa mahasiswa, pernah dua setengah tahun berhenti kuliah. Hanya memiliki celana dua potong, yang satunya malah sobek. Sebelum menyelesaikan pendidikan di FISIP UI, ia pernas studi di Fakultas Publistik, Universitas Padjadjaran 1962-1963namun tidak selesai. Semasa mahasiswa aktif sebagai Kepala Staf Batalion Soeprapto Resimen Mahasiswa Arief Rahman Hakim (1966), Sekretaris Jendral Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (1973-1975) dan Ketua Umum PB HMI (1974-1976).

Kemudian, ia menjadi Anggota DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, 1977-1982 dan 1982-1987 serta menjadi Wakil Ketua Komisi APBN, 1977-1982 dan Wakil Ketua Komisi X, 1982-1987. Lalu, ia menjadi Ketua Umum Partai Masyumi Baru, 1995-2003.

Budayawan Betawi yang pernah belajar melukis dari bekas teman SMP-nya, Sutradara Ali Shahab ini menjadi Ketua Steering Comittee Kongres Kebudayaan, 2003. Di samping itu aktif sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Democracy Watch dan Ketua Komite Waspada Komunisme.

Suami dari Yahma Wisnani ini juga seorang penulis produktif. Selain menulis di berbagai media massa, ia telah menerbitakn beberapa karyanya, antara lain: Golkar Pascapemilu 1992, 1993; Anak Betawi Diburu Intel Yahudi, 1996; Profil Orang Betawi: Asal muasal, kebudayaan, dan adat istiadatnya, 1997; Status Piagam Jakarta: Tinjauan hukum dan sejarah, 2007.

Kegiatan lain yang pernah dilakukan dan diikuti penggemar musik dan sastra ini antara lain: White House Conference on Youth, Colorado, Amerika Serikat, 1971; Australia-Indonesia Dialogue, Canberra, Australia, 1981; International Parliament Union Conference, Manila, Filipina, 1982; ASEAN Parliament Conference, Singapura, 1983; Muktamar Rakyat Islam se-Dunia, Irak, 1993; Babylonian Cultural Festival, Irak, 1994.

Dari sumber Pusat Data dan Analisa Tempo bahwa yang merancang dan membuat lambang baru Partai Persatuan Pembangunan (PPP) — berbentuk bintang sudut lima — ternyata Ridwan Saidi. Menurut Ridwan, mantan Ketua Departemen Organisasi & Pemilu DPP PPP, ini proses pembuatannya hanya satu hari. Tetapi proses pengendapannya yang lama.

Ridwan berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya dulu pegawai negeri yang hidup pas- pasan. Masa prasekolah dilaluinya di madrasah, yang para ustadnya diberi wewenang menghukum anak didik yang nakal.

Ia penggemar seni, terutama sastra dan musik. ”Saya senang jazz. Pertunjukan Tjok Sinsu sapai Jack Lesmana selalu saya tonton,” ujarnya. Dari Wisnani, istrinya, yang asal Minang, Ridwan kini ayah sejumlah anak. Wisnani dulu juga aktivis HMI, lulusan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam UI.


Ramadhan KH (1927-2006)

Wartawan & Penulis Biografi

Wartawan dan penulis biografi Ramadhan KH (Ramadhan Kartahadimadja yang akrab dipanggil Kang Atun) meninggal dunia tepat di hari ulang tahunnya yang ke-79, Kamis 16 Maret 2006 pukul 08.30 waktu Cape Town, Afrika Selatan, atau pukul 13.30 WIB. Jenazah pria kelahiran Bandung 16 Maret 1927, ini akan tiba di Tanah Air Sabtu 18 Maret 2006 dan dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta.

Anggota Akademi Jakarta yang sudah lama menderita kanker prostat itu meninggalkan satu istri, dua anak (Gumilang Ramadhan dan Gilang Ramadhan), serta lima cucu. Istrinya Salfrida Nasution Ramadhan, yang bertugas sebagai Konsul Jenderal RI di Cape Town, Afrika Selatan adalah istri kedua yang dinikahi 1993. Istri pertamanya, Pruistin Atmadjasaputra, yang dinikahi 1958 telah lebih dulu wafat 1990.

Menurut isterinya, Salfrida Nasution, walaupun beberapa bulan ini kankernya sudah sangat menjalar, bahkan hingga ke tulang sehingga kondisi tubuhnya sudah sangat lemah, Ramadhan masih bersemangat menulis dua buku terakhirnya. Dua buku yang belum terselesaikan tersebut adalah kumpulan cerpen dan novel. ”Bapak juga menjanjikan akan menulis satu sajak lagi buat saya, tetapi belum kesampaian, beliau sudah keburu dipanggil…,” tutur Salfrida yang masih larut dalam kesedihan, sebagaimana ditulis Kompas 17/3/2006.

Ramadhan, anak ketujuh dari sepuluh bersaudara dari pasangan Raden Edjeh Kartahadimadja dan Sadiah, ini sejak kecil sudah akrab denga dunia sastra dan tulis-menulis. Dia sudah mulai produktif menulis sejak masih di SMA.

Hingga akhair hayatnya, sastrawan Angkatan ‘66, itu telah menulis lebih dari 30 judul buku. Salah satu karyanya berupa kumpulan puisi yang diterbitkan dalam buku berjudul Priangan Si Djelita (1956), ditulis saat Ramadhan kembali ke Indonesia dari perjalanan di Eropa 1954. Kala itu, ia menyaksikan tanah kelahirannya (Jawa Barat) sedang bergejolak akibat berbagai peristiwa separatis. Kekacauan sosial politik itu mengilhaminya menulis puisi-puisi tersebut.

Sastrawan Sapardi Djoko Damono, menilai buku tersebut sebagai puncak prestasi Ramadhan di dunia sastra Indonesia. Menurut Sapardi, sebagaimana dirilis Kompas, buku itu adalah salah satu buku kumpulan puisi terbaik yang pernah diterbitkan di Indonesia. “Dia adalah segelintir, kalau tidak satu-satunya, sastrawan yang membuat puisi dalam format tembang kinanti,” papar Sapardi.

Karya Ramadhan itu disebut Sapardi sebagai salah satu tonggak sastra Indonesia pada periode 1950-an, bersama karya-karya WS Rendra dan Toto Sudarto Bachtiar.

Pada tahun 1958, sesaat setelah menikah dengan Pruistin Atmadjasaputra, Ramadhan resmi menekuni karier sebagai wartawan kantor berita Antara di Bandung, Jawa Barat. Dia juga pernah bertugas sebagai Redaktur Majalah Kisah, Redaktur Mingguan Siasat dan Redaktur Mingguan Siasat Baru. Tugasnya sebagai wartawan dan kiprahnya di dunia sastra membuat Ramadhan banyak bergaul dengan para seniman Indonesia.

Menurut Kompas, perjalanan hidup kemudian membawanya sebagai salah seorang penulis biografi terbaik di negeri ini. Diawali dengan biografi Inggit Garnasih, Kuantar ke Gerbang (1981), dia kemudian menulis biografi tokoh-tokoh terkenal di Indonesia, seperti AE Kawilarang, Soemitro, Ali Sadikin, Hoegeng, Mochtar Lubis, dan DI Panjaitan.

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah buku Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya, yang merupakan biografi mantan Presiden Soeharto yang dibuat saat Soeharto masih berada di puncak kekuasaannya pada tahun 1988.

Selain menulis buku-buku biografi, Ramadhan juga menulis karya sastra: Priangan Si Djelita (1956); Ladang Perminus
- Royan Revolusi, Novel, 1958; Antologie Bilingue de la Poesie Indonesienne Contemoraine, Novel, 1972; Kemelut Hidup, Novel, 1976; Keluarga Permana, Novel, 1978 dan Untuk Sang Merah Putih, Novel, 1988. Karyanya, Ladang Perminus berhasil meraih penghargaan SEA Write Award, 1993. ►e-ti/tsl, dari berbagai sumber

Jenis-jenis Tari di Indonesia

Kalau kita melihat tari yang ada di Indonesia,khususnya Jawa,kita dapat melihat perbedaan jenis-jenis tari yang ada.Adapun jenis-jenis tari itu adalah :
1. Jenis tari menurut koreografi
2. Jenis tari menurut fungsi
3. Jenis tari menurut isi atau temanya
1. Jenis tari menurut koreografi
Istilah koreografi adalah suatu istilah yang digunakan untuk penyusun tari.
Sedang untuk menyebut orang yang menyusun tari adalah koreografer.
Tari menurut koreografi dapat dibedakan menjadi :
a. Tari Rakyat
b. Tari Klasik
c. Tari Kreasi Baru dan Modern
a. Tari Rakyat
Tari rakyat adalah tari yang hidup dan berkembang pada masyarakat tertentu sejak jaman primitif sampai sekarang.Ciri-ciri tari rakyat adalah :
• Sederhana ( pakaian,rias,gerak dan ringan )
• Tidak mengindahkan norma-norma keindahan
• Memiliki kekuatan magis
Contoh tari rakyat :
§ Lengger
§ Tayub
§ Orek-Orek
§ Joget
§ Kubrasiwa
§ Buncis
§ Ndulalak
§ Sintren
§ Angguk
§ Rodat
b. Tari Klasik
Tari klasik adalah tari yang mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi dan sudah ada sejak jaman feudal.Tari ini biasanya hidup dilikgkungan keraton.
Ciri-ciri tari klasik adalah :
• Mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi
• Hidup dikalangan raja-raja
• Adanya standarisasi
Contoh tari klasik adalah bedaya,srimpi,lawung ageng,lawung alit dan juga karya-karya empu tari baik empu tari gaya Yogyakarta dan empu tari gaya Surakarta seperti S.Mariadi dan S.Ngaliman yang sampai sekarang masih bisa dinikmati seperti :
• Gathotkaca Gandrung
• Bondabaya
• Bandayuda
• Palguna-palgunadi
• Retna Tinanding
• Srikandi Bisma
• dll
c. Tari Kreasi Baru dan Tari Modern
Tari kreasi baru adalah tari-tariklasik yamg dikembangkan sesuai dengan perkembangan jaman dan diberi nafas Indonesia baru. Contoh tari kreasi baru adalah karya-karya dari Bagong Kusudiarjo dari padepokan Bagong Kusudiarjo dan Untung dari sanggar kembang sore dari Yogyakarta.
§ Contohnya adalah :
• Tari Kupu-Kupu
• Tari Merak
• Tari Roro Ngigel
• Tari Ongkek Manis
• Tari Manipuri
• Tari Roro Wilis,dll
Tari modern adalah sebuah tari yang mengungkapkan emosi manusia secara bebas atau setiap penari bebas dalam mewujudkan ekspresi emosionalnya yang tidak terikat oleh sebuah bentuk yang berstandar. Contoh tari modern adalah :
• Caca
• Break Dance
• Penari Latar
• Samba
2. Jenis Tari Menurut Fungsinya
Jika dilihat dari fungsinya tari-tarian di Indonesia dapat dibedakan menjadi :
a. Tari Upacara
b. Tari Hiburan
c. Tari Pertunjukan
a. Tari Upacara
Tari upacara banyak hidup dan berkembang pada masyarakat primitf.Yang termasuk tari-tarian upacara adalah sebuah tari yang mempunyai kekuatan magis yang digunakan untuk mempengaruhi alam.Tarian ini banyak terdapat dipedalaman Irian Jaya,Sulaweswi,Kalimantan,Nusa Tenggara dan Bali.Contohnya adalah tari rejang,tari pendhet,debus dan lain-lain.
b. Tari Hiburan
Tari hiburan adalah sebuah tari yang menitik beratkan pada hiburan bukan pada segi keindahan.tarian hiburan pada umumnya merupakan tarian pergaulan.Contohnya adalah :
• Joged dari Bali
• Ronggeng atau Tarub Dari Blora
• Kethuk Tilu dari Jawa Barat
• Orek-Orek dari Surakarta
• Lengger dari Banyumas
b. Tari pertunjukan
Tari pertunjukan adalah sebuah tari yang menitikberatkan pada segi keindahannya bukan pada segi hiburannya.Yang termasuk dalam tari pertunjukan adalah tari-tari rakyat,tari upacara,tari hiburan yang sudah digarap menjadi sebuah tari pertunjukan tentu saja dengan mengindahkan kaidah-kaidah keindahannya.Contohnya adalah :
• Tari Pendhet
• Tari Rejang
• Tari Lenggeran
• Tari Gambyomg
• Tari Orek-Orek
3. Jenis Tari Menurut Tema Atau Isinya
Tari-tari yang berada di Indonesia apabila dilihat dari isi atau temanya dapat dibedakan menjadi :
1. Tari Pantomim
2. Tari Erotik
3. Tari Kepahlawanan
4. Dramatari
a. Tari Pantomim
Tari pantomim adalah sebuah tari yang menirukan obyek diluar diri manusia. Contohnya :
• Tari Tenun
• Tari Bathik
• Tari Nelayan
• Tari Tani
• Tari Kupu-Kupu,Dll.
b. Tari Erotik
Tari erotik adalah sebuah tari yang mengandung unsur cerita erotik atau percintaan. Contohnya :
• Tari Gatotkaca Gandrung
• Tari Karonsih
• Tari Serampang Dua Belas
• Tari Enggar-Enggar
• Tari Jalung Mas, Dll
c. Tari Kepahlawanan
Tari kepahlawanan adalah tari yang mengandung usur-unsur heroik atau nilai kepahlawanan. Contahnya adalah :
• Tari Kuda Kepang
• Tari Seudati
• Tari Mandau
• Tari Soreng
• Taroi Anoman Rahwana,Dll.
c. Dramatari
Dramatari adalah sebuah tari yang dalam penyajiannya menggunakan plot atau alur cerita,tema,dan dilakukan dengan cara kelompok.Contohnya :
• Dramatari Rara Mendhut Pranacitra
• Drama Tari Ranggalawe Gugur
• Dramatari Gajah Mada
• Dramatari Arjuna Wiwaha
• Dramatari Sang Pambayun, dll.

4.Tari daerah kuantan singingi
Tari Pasambahan yang bernama Tari Somba Cerano berasal dari Budaya Kuansing yang dikograferi (diciptakan) oleh Tom Ibnur salah koreogfer handal dan profesional yang berasal dari Kota Bengkulu. Pengalaman menari dan mencipta dibuktikan dengan pengalamannya dengan terus mengikuti festival Tari tingkat nasional dan Internasional. Tom Ibnur pernah mengikuti perkuliahan jurusan Seni Tari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) , sekarang sudah berubah status menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang yang saat ini berdomisili di Kota Bengkulu.



Seni Tari Somba Cerano ini merupakan tarian penyambutan dan upacara selamat bagi para tamu yang dihormati dan diagungkan. Para penari pria menarikan tari pedang yang merupakan simbol sebagai pagar negeri, pelindung bagi masyarakat maupun tetamu. Sedangkan penari wanita menari dan membawa cerano berisikan sekapur sirih yang akan dipersembahkan untuk para tetamu. Persembahan ini merupakan simbol keterbukaan, persaudaraan, serta penerimaan dengan hati yang suci dan tulus.

Instrumen yang digunakan dalam Seni Tari Somba Cerano
~ Accordion,
~ Biola,
~ Jedor,
~ Jimble,
~ Kotuak-kotuak,
~ Gong.

Musik Pengiring yang digunakan diambil dari Seni Musik Budaya Kuansing diantaranya:
* Menganyam,
* Olang Binti,
* Lomak Dek Awak Ketuju Dek Urang

5. SINOPSIS TENTANG TARI BERPASANGAN

Minggu, 29 Mei 2011

MUSIK GAMBUS BERUMUR 400 TAHUN AKAN MEMBUKA FESTIVAL JAKARTA


Jakarta,Kompas-Senin (16/6) malam mendatang , Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) akan mengawali Jakarta Anniversary Festival 2003 dengan penampilan Musik Gambus Al Mahran pimpinan Bawazir Bersaudara (Oemar Salim Bawazir dan Abdullah Salim Bawazir).

Pergelaran eksotik yang diperkuat oleh musisi Bobby Hisyam Baraj,Jamal Hedra, Lukman Alatas , LIa Oemar,Emil Oemar,bintang tamu Munif Bahaswan, dan diperkuat pemain kibor muda Salim Abdullah .

GKJ sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Badan Pengelolanya Drs.H. Ndang Supriatna,Kamis (12/6), memang secara sengaja ingin member perhatian pada kesenian yang sebenarnya memiliki penggemar tetapi masih luput dari perhatian masyarakat.

Gambus, menurut pengamat music dan penyanyi Munis Bahaswan memang berasal dri- dan sejauh ini masih banyak diasosiasikan dengan-Arab. Namun, kata itu sendiri sulit dipastikan dari mana asalnya . Di kawasan Arab sendiri music yang sama dikenal dengan nama oud.

Musik berumur 400 tahun ini sempat merambah dan meinggalkan pengaruh di Eropa dalam music Spanyol dan gipsi,tapi berikutnya sebagai kesenian Arab juga meninggalkan jejak dalam kesenian etnik Indonesia .

Menurut Munif ,penyebarluasannya sejauh ini masih terbatas Karena selain para artisnya masih cenderung tradisional,persepsi yang banyak hidup di masyarakat adalah gambus merupakan seni agama. Padahal,tidak sedikit liriknya yang berkisah tentang pembelaan Negara atau percintaan.

Sejumlah kalangan juga menilai gambus cenderung monoton secara irama . " Tetapi,mereka memang lebih menikmati lirik daripada melodinya," tambah Munif.

Penonton yang hadir pada pergelaran tanggal 16 Juni nanti akan dapat menikmati music ini dalam rentak dinamik alat music perkusi dipadu dengan petikan gambus yang disertai goyangan kaki dalam irama riang .

Selain memainkan antara lain disko padang pasir disertai tarian Timur Tengah,kelompok Al Mahran – bahasa Arab untuk "Mahir" – akan memainkan pula lagu yang umurnya diperkirakan lebih dari 400 tahun . Lagu berjudul Pagelaran Musik Andalusia yang terjemahan bebasnya dibuat Munif berkisah tentang zaman kedamaian di Andalausia dan kaumnya yang berasal dari lembah indah.(nin)

Sumber :www.kompas.com/kompas-cetak/0306/14/dikbud/369361.htm

Pertanyaan :

1. Mengapa persebaran music gambus terbatas ?

Jawaban :Karena selain para artisnya masih cenderung tradisional,persepsi yang banyak hidup di masyarakat adalah gambus merupakan seni agama. Padahal,tidak sedikit liriknya yang berkisah tentang pembelaan Negara atau percintaan Sejumlah kalangan juga menilai gambus cenderung monoton secara irama . " sedangkan orang lebih menikmati lirik daripada iramanya maka musik penyebarluasanya masih terbatas


Pertanyaan :

2. Menurutmu,unsure budaya mana saja yang mempengaruhi music gambus ? Apa cirri yang membedakannya dari jenis music lain

Jawaban :

Menurut saya ,musik gambus dipengaruhi oleh unsur bdaya arab, sebab musik ini lebih di resepsika dengan tema yang islami,music ini rentak dinamik alat music perkusi dipadu dengan petikan gambus yang disertai goyangan kaki dalam irama riang ,.san alat musik ini masih tradisional , dan musik ini menoton secara irama

Pertanyaan :

3. Setujukah kamu jika dikatakan music gambus memiliki penggemar tapi masih luput dari perhatian masyarakat ? Mengapa ?

Jawaban :

Setuju , coba saja kita lihat jika seandainya dipentaskan musik gambus ini hanya sedikit orang yang mau melihatnya .makanya musik ini masih dikatakan ada penggemarnya tapi tidak banyak karena orang sekarang lebih suka pada musik yang lebih mudern seperti:pop,rock dll


PERBEDAAN DIATONIS-PENTATONIS MASIH JADI KENDALA CAMPURSARI

Yogya , Bernas

Pada hakikatnya , musik campursari memiliki 2 kedala . Pertama , perbedaan antara prinsip instrumentasi akustik , alami atau natur dengan instrumentasi yang menggunakan mesin atau elektrofon . Kedua , tangga nada atau laras yang berbeda , yakni gamelan Jawa tidak memiliki standar tuning sedangkan musik Barat sudah memiliki standar tuning . Kedua perbedaan ini harus dipadukan .

Staf Pengajar Jurusan Seni Karawitan , FSP ISI Yogyakarta , Drs Agus Suseno Mhum , mengemukakan hal itu pada Sarasehan Musik Campursari yang diselenggarkan oleh Taman Budaya Yogyakarta ( TBY ) di Gedung Purnabudaya Yogyakarta ,Senin ( 22/2 ) . Selain Agus Suseno , musisi campursari Manthous juga tampil sebagai pembicara .

Menurut Agus , perbedaan prinsip itu merupakan pekerjaan rumah atau PR yang harus dicari solusinya . Dengan keberhasilan memadukan kedua perbedaan itu , niscaya akan didapat sajian musik campursari yang tidak menyakitkan telinga , atau yang terhindar dari crash music .

"Jika dua permasalahn tersebut sudah memperoleh solusinya , sudah barang tentu pengembangan musik campursari yang masih beragam ansambel dan aransemennya , kelak akan menjadi kebanggaan kita , " ujarnya .

Menurut Agus , aransemen musik campursari merupakan perpaduan antara aransemen musik keroncong , msuik Barat , dan aransemen gamelan Jawa . Walaupun pada mulanya aransemen musik keroncong dan gamelan Jawa lebih mewarnainya , tetapi belakangan ini dikembangkan pula aransemen musik dangdut , musik pop , bahkan dari unsur musik-musik etnis lain seperti karawitan Banyumasan dan Bali .

Instrumen gamelan Jawa yang digunakan dalam campursari , lanjutnya , antara lain kendang yang berfungsi sebagai pengatur irama . Pola kendangan yang digunakan pada dasarnya mempunyai pola kendangan ciblon . Namun , ada pula yang mengembangkannya dengan pola kendangan Sunda dan Banyumasan dan Bali .

Aransemen yang sangat kuat dan menonjol dalam campursari adalah aransemen yang dimainkan oleh kibor . Kehadiran teknologi pada alat ini dianggap sangat efektif dan efisien dalam membnagun komposisi musikalnya .

Perjalanan hidup

Sedangkan Manthous mengatakan, berbicara musik campursari berarti juga membicarakan perjalanan hidupnya. Campursari sebenarnya adalah orkes keroncong plus gender dan siter untuk mengiringi lagu-lagu langgam Jawa. Namun, dalam perkembangan saat ini, campursari ditambah dengan kibor dan bas.

" Musik campursari sebenarnya pernah ada pada pertengahan tahun 1960-1970-an, tapi saat itu yang lebih populer adalah keroncong dan lagu langgam jawa, sehingga gaungnya kurang dapat terdengar. Sebenarnya, pernah pula pada tahun 1968 dibuat album campursari oleh almarhum S. Dharmanto, tapi tak bisa menembus pasaran karena kalah populer dari Waljinah," katanya.

Mulai tahun 1970 hingga pertengahan 1985, lanjutnya, ia lebih banyak menciptakan lagu-lagu pop Jawa, pop keroncong, dan pop Melayu. Lagu-lagu itu dibawakan antara lain oleh Emilia Contessa, Deasy Arisandy, Ratih Dewi, dan Wiwik Sumbogo. Dalam mencipta lagu Jawa pertama kali, ia lebih banyak berkiblat kepada almarhum Ki Narto Sabdo.

Manthous pun kemudian mulai melirik artis non Jawa seperti Nur Afni Octavia untuk membawakan lagu ciptaannya seperti Gethuk, Nginang Karo Ngilo, dan Tahu Apa Tempe. Menyusul Titiek Sandora dengan Kripik Apa Mendoan dan Arie Wibowo dengan lagunya Satu Legi.Mulai tahun 1993 , Manthous kembali menciptakan lagu Kangen yang dibawakan oleh Evie Tamala yang cukup sukses di pasaran. Sedang lagu ciptaan lainnya adalah Kanca Tani, Gaplek Apa Thiwul, Utak-utak Ugel, Aja Gawe-Gawe,dan Yogya Priangan.

Dengan berbekal lagu-lagu itu, kata Manthous, ia dengan campursarinya mulai membenahi setelah 20 tahun tenggelam. Campursari sekarang memakai gender , saron , siter, kibor,bas,kendang jawa untuk mengganti cello, kendang Jaipong, ditambah gong. Dari situlah ia mulai merekam beradasarkan pengalamannya pada tata rekam untuk akustik. " Tata suara, saya atur sendiri mulai dari tata mikrofon sampai peralatan yang sangat rumit," ungkapnya.

Menurut Manthous , format campursari diilhami lagu-lagu langgam Jawa jenis ketawang. Campursari juga bias untuk membawakan irama dangdut. Namun, perlu ditekankan hanya iramanya, bukan seperti layaknya lagu dangdut seperti yang sering didengarkan. " Musisi dan pengrawit campursari dituntut kreatifitasnya untuk bias mencari lagu , tapi harus melihat instrumennya kalau gamelan masuk otomatis kibor juga ikut. Syukur-syukur bisa mencipta sendiri,".

Manthous menekankan, meskipun bentuknya iseng, namun jika bener dan pener , cmpursari akan lebih punya nilai tambah buat perbendaharaan seni budaya. Dalam memadukan unsure-unsur pentatonic dan diatonic,harus diingat gabungan kedua sari-sari itu, tidak asal menggabung atau mencampur.

www.kompas.com/kompas-cetak/0106/30/Utama/apar11.htm

Pertanyaan :

1. Musik apa saja yang membentuk music campursari ?

Jawaban : aransemen musik campursari merupakan perpaduan antara aransemen musik keroncong , msuik Barat , dan aransemen gamelan Jawa . Walaupun pada mulanya aransemen musik keroncong dan gamelan Jawa lebih mewarnainya , tetapi belakangan ini dikembangkan pula aransemen musik dangdut , musik pop , bahkan dari unsur musik-musik etnis lain seperti karawitan Banyumasan dan Bali .


Pertanyaan :

2. Apa beda musik campursari dulu dan sekarang ?

Jawaban :

Dahulunya campursari adalah aransemen musik keroncong dan gamelan Jawa , tetapi sekarang ini sudah dipadukan dengan arasemen musik modern seperti Musik pop ,music dangdut,bahkan dari unsur musik-musik etnis lain seperti karawitan Banyumasan dan Bali .

Pertanyaan :

3. Mengapa music campursari sekarang bisa lebih terkenal di masyarakat ?

Jawaban :

karena danya inisiatif untuk mengarasemen musik canpursari menjadi musik yang disukai masyarakat dengan memakai gender , saron , siter, kibor,bas,kendang jawa untuk mengganti cello, kendang Jaipong, ditambah gong. Dari situlah ia mulai merekam beradasarkan pengalamannya pada tata rekam untuk akustik. " Tata suara, diatur sendiri mulai dari tata mikrofon sampai peralatan yang sangat rumit sehingga irama yang dihasilkan di sukai masyarakat sekarang

Pertanyaan :

4. Apa pengaruh music non tradisional pada music campursari

Jawaban :

Pengaruh positif : Dengan adanya music-musik non tradisional itu akan menambah khas budaya musik indonesia yang akan bersaing di manca negara

Pengaruh negative : Dengan masuknya music non tradisional ,musik kurang disukai masyarakat sehingga lama kelamaan musik ini hanya akan tinggal kenangan

Pertanyaan :

5. Mengapa masalah perbedaan jenis tangga nada bisa menjadi masalah bagi suatu music ?

Jawaban :

tentu saja ada bedanya antara tangga nada pentatonis dan diatonis jika orang yang menggabung dua tangga nada ini kurang pandai maka musik yang di dengarkan tidaklah enak di dengar

Pertanyaan :

6. Bagaimana mungkin campursari bisa memperkaya khasanah seni budaya Indonesia di masa depan ?

Jawabn :

Bisa saja terjadi , jika musik yang di campurkan itu masih berasal dari indonesia dan tidak menggabungkan musik ala barat



INDONESIA DALAM DENTING SASANDO

Sasando , alat musik tradisional yang berasal dari Pulau Rote , Nusa Tenggara Timur, bisa dikatakan hampir tenggelam di tengah lalu lintas musik industri saat ini . Instrumen petik yang menjadi salah satu kekayaan bunyi yang penting di Nusantara itu nyaris tak didengar oleh khalayak di negeri sendiri .

Sasando dari sisi bahan memang terkesan sederhana . Sasando tradisional menggunakan sembilan dawai yang terpasang pada tabung bambu . Itulah mengapa ia digolongkan jenis tube – zither/ siter tabung . Sebagai resonator , digunakan daun lontar muda yang ditangkupkan sehingga membentuk rongga setengah lingkaran . Alat itu dimainkan dengan cara dipangku dan dipetik dengan jari – jari kedua tangan .

Dalam khazanah bunyi di Nusantara , sasando termasuk instrumen unik . Instrumen dengan sistem tangga nada heksatonik atau enam nada ini mempunyai gaya melodi yang terdengar lain dibandingkan dengan musik lain di Indonesia .

"Melodinya menggunakan gaya menurun ke bawah , descending movement , yang mengingatkan pada gaya Afrika . Ini unik untuk Indonesia . Perlu didengar dan diapresiasi," kata etnomusikolog Rizaldi Siagian tentang sasando dan komposisi tradisional .

Siter tabung serupa sasando dijumpai di Asia Tenggara , seperti Filipina,Vietnam, dan Malaysia – negara – negara yang banyak menghasilkan bambu . Sejumlah tempat di Indonesia juga mengenal alat musik petik serupa sasando . Di Mandailing dikenal gondang bulu , sedangkan di Karo terdapat keteng-keteng .

" Perbedaannya dengan sasando, gondang bulu dan keteng-keteng berfungsi ritmik , bukan melodik ," kata Rizaldi .

Dalam tata pergaulan internasional di masa lalu, sasando bahkan pernah berpengaruh sampai ke Madagaskar . Negeri itu juga mengenal alat musik petik serupa sasando yang disebut valiha yang dijadikan alat musik nasional Madagaskar .

***

Sasando menjadi bagian dari hidup keseharian Hendrik Pah (59), seniman sekaligus pembuat sasando asal Rote yang kini tinggal di Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT ). Bersama rekannya, Nane Messakh, Hendrik akan memainkan sasando dalam pergelaran Megalitikum-Kuantum yang digelar untuk memperingati 40 tahun harian kompas .

Hendrik tinggal jauh dari hiruk-pikuk kota besar , di Desa Oebelo , Kecamatan Kupang Tengah, NTT. Rumah berlantai tanah itu berdinding pelepah daun londar . Atap rumah terbuat dari daun pohon lontar . Bahan dasar rumah itu tak jauh beda dengan bahan dasar alat musik sasando yang menggunakan daun lontar sebagai pembentuk rongga resonator. Di halaman belakang rumah terdapat peranti untuk membuat sasando. Hendrik menggunakan teknologi bersahaja untuk membubut kayu yang digunakan sebagai penambat tali sasando. Dari kehidupan yang serba sederhana itulah hendrik membuat dan memainkan sasando yang secara turun-temurun diajarkan leluhurnya di kampung halaman di Pulau Rote. Keluarga besar Pah memang termasuk keturunan seniman sasando yang cukup dikenal di NTT,terutama di sekitar Kupang. Ia bermain dari desa ke desa memenuhi panggilan orang yang mengadakan upacara,mulai dari kelahiran,perkawinan,sampai kematian.

Hendrik seperti menyanyikan kehidupan dengan sasando dan lagunya. Siklus hidup manusia, mulai dari lahir, kawin,sampai mati itu tadi ia rayakan dengan sasando dan syair. Suatu malam di Kupang, Hendrik dan Nane berduet memainkan sasando sambil melantunkan syair-syair tentang kehidupan,tentang kematian. Bagi yang telanjur terpola dengan tata bunyi musik pop, nyanyian sasando Hendrik dan kawan-kawan itu mungkin akan terdengar aneh, tapi itulah sepotong wajah Indonesia, yang terlupakan.

Sasando dalam perkembangannya harus berhadapan dengan perubahan zaman. Di masa lalu ei atau dawai sasando terbuat dari sayatan kulit bambu. Ada pula yang membuat dawai dari daun gewang. Zaman telah berganti dan serat-serat kawat kopling sepeda motorpun dijadikan tali sasando. Ada pula yang memilih menggunakan dawai gitar.

Sasando juga diajak untuk masuk dalam wilayah kultur pop. Zakarias Ndaong(27),pemilik kios kecil Dalek Esa,di Jalan Timor,Oesapa,Kupang,dengan terampil membawakan lagu-lagu pop seperti " I Have a Dream" dari ABBA yang belakangan dipopulerkan oleh boyband Westlife. Zakarias tampak bangga memainkan sasando lipat itu di depan para tamu yang mengunjungi kiosnya. Ia juga memainkan lagu " Chiquitita", "Mother How Are You Today", dan "Kokoronotomo". Rupanya,sasando juga mengikuti perkembangan musik pop. Setidaknya,Zakarias juga siap memainkan lagu Sheila on 7 sampai lagu Peterpan " Ada Apa Denganmu" yang tengah populer.

Agar dapat digunakan untuk memainkan " I Have a Dream " , " Kokoronotomo" , atau " Ada Apa Denganmu" itu, maka sasando harus distem dengan titi nada diatonis. Menurut Zakarias, yang paling banyak dibeli orang adalah sasando diatonis. Agar bisa bersaing dengan gemuruh zaman, sasando pun dibuat bersi elektronis yang dilengkapi dengan perangkat spool layaknya gitar listrik. Untuk versi elektrik itu, sasando telah menanggalkan resonator lontarnya.

Demi kepraktisannya, muncullah kemudian sasando lipat. Tangkupan daun lontar pada sasando bisa dilipat seperti bilah-bilah kipas yang bisa ditutup rapi. Begitulah sasando disesuaikan dengan gaya hidup kaum urban yang serba praktis yang menciptakan segala sesuatu serba portable , gampang dijinjing dan tidak memakan tempat. Sasando yang berubah boleh jadi menjadi pantulan wajah bangsa yang berubah. Semoga dentingnya masih sempat didengar oleh bangsa yang seperti sedang belajar mengingat kembali wajah sendiri ini .

Disadur dari : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0506/05/utama/1793735.htm

Pertanyaan :

1. Bagaimana perkembangan alat musik sasando di tengah gemuruhnya serbuan musik Barat ?

Jawaban :

Setelah membaca artikel diatas, memang alat musik sasando ini tidak terdengar didaerah sendiri,karena masuknya musik barat ke daerah kita yang lebih menghibur masyarakat

Hanya sedikit orang yang tetap mau untuk mempertahankan alat musik sasando ini dan ada juga orang yang mengarasemen musik sasando denga musik barat supaya lebih terkenal dan disukai masyarakat

Pertanyaan :

2. Bagaimana pendapatmu tentang " Inovasi " terhadap sasando ?

Jawaban :

itu boleh-boleh saja jika itu tidak mengurangi keunuika dari sasando itu sendiri,dan apabila musik sasando di inovasi dengan alat yang lebih modern maka itu untuk menarik minat masyarakat untuk menyukai sasando

Pertanyaan :

3. "Denting sasando nyaris tak terdengar oleh khalayak di negeri sendiri". Menurutmu, benarkah hal ini danmengapa penulis artikel berpendapat demikian ?

Jawaban :

Pendapat ini benar dan saya juga setuju , karena dapat diketahui bahwa alat -alat yang digunakan masih tradisional dan anak muda sekarang lebih suka memainkan alat musik yang modern sehingga denting sasando sudah jarang terdengar dimasyarakat

saran: dari ketiga ertikel di atas , hendaknya diadaka festival musik ini setiap tahun dikalangan masyrakat sehingga masyarakat lebihmengenal musik ini

Kritik : tidak seharusnya madyarakat indonesia tida tahu tentang budayanya sendiri ini juga terjadi karena tidak adanya orang yang akan mengnalkan sasando kepada anak muda sekarang

Jumat, 13 Agustus 2010

seni

1.pengertian seni
seni berasal dari kata seni(bahasa melayu). art(bahasa inggris) yang mempunyai arti halu, rumit, dan kecil-kecil. kesenian mempuyai arti segala sesuatu yang bernilai seni sehingga yang termasuk kesenian adalah berbagai jenis benda atau hal yang bersifat seni
2.pengertian apresiasi
apresiasi adalah menilai dan menghargai suatu karya seni. jadi apresiasi terhadap musik daerah adalah menilai dan menghargai musik daerah. apresiasi dapat muncul melalui beberapa metode antara lain pengamatan, observasi, dan praktik langsung , dll.
3. cabang-cabang seni
a.seni rupa
-seni rupa menurut wujud
-seni rupa tujuan pencipta
b. seni musik
-seni musik instrumental
-seni musik vokal
c. seni tari
-seni tari klasik
-seni tari tradisional
-seni tari hiburan
-seni tari hiburan
-seni tari modren
d. seni sastra
- prosa
- puisi
e. seni teater
- teater tema
- teater baru
- teater komedia
4. beberapa definisi seni menurut ilmuan
a. ki hajar dewantara
seni adalah perubahan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat mengerakan jiwa perasaan manusia
b. achidiat K. miharja
seni adalah kegiatan rohani manusia merefleksikan kenyataan dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani penerimanya.
c. thomas munra
seni adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek- efek psikologis atas manusia lain yang melihatnya
d. plato
seni adalah peniruan terhadap alam sehingga karya seni merupakan tiruan dari bentuk alam seperti manusia, binatang dan tumbuhan
e. aris toteles
seni adalah peniruan alam yang idial serta baik , misalnya menggambar
5. fungsi musik tradisional
a. sebagai sarana upacara adat
b. sebagai pengiring tari atau pertunjukan lain
c. sebagai media komunikasi
d. sebagai media hiburan dan bermain
e. sarana mencari nafka
f. sarana perang
g. sarana penghormatan
h. sarana sosial lain
6. pengertian musik
musik adalah suatu karya seni suara manusia yang menggunakan tangga nada tertentu. sehingga terdengar indah dan menakjubkan
7. fungsi estetis
a. budaya ontologis
bentuk budaya ini berawal dari datangnya masyarakat budaya barat ke indonesia , nilai - nilai barat disebut sebagai nilai modern. dalam bidang musik budaya ontologis yang terdapat di indonesia dapat dilihat dari lagu-lagu yang berkembang pada masa sekarang ini
b. budaya mistis
pada budaya mistis, manusia justru bersikap menyatu dengan alam, contoh budaya mistis masyarakat indonesia misalnya terlihat dalam prilaku menyadap air nira
dalam budaya mistis, ada hal-hal yang menjadi perhatian utama bagi individu dalam masyarakat. hal ini pada gilirannya juga mempengaruhi pola pikir masyrakat dan karya-karya yang mereka hasilkan. hal-hal tersebut antara lain
- sistim upacara atau ibada yang dilakukan
- dasar mitologi yang dipercayai sebagai kisah asal-usul semesta
- tatanan kepercayaan masya rakat
- etika agama yang lazim disebut hukum adat
- sistem mistik yang menyatukan diri dengan alam gaib
8. tujuan dan fungsi seni
a. tujuan seni
-untuk media hiburan
-untuk media bermain
b. fungsi seni
- sebagai penerangan
-iringan pertunjukan
- sarana komunikasi
- pengiring tari
- sarana upacara adat
9. suara manusia
suara manusia adalah bunyi yang dkeluarkan dari mulut manusia ,sehingga dapat mengiringi musik sesuai dengan nada tertentu
10. ciri kreasi seni
- biasanya memuat atau mengandung makna, pesan atau gambaran
- mempunyai arti tersendiri yang hanya diketahui penciptanya
- menggunakan bahasa yang bersifat sederhana
11. media dasar seni
a. televisi
b.radio
c. koran
d. internet
12. tujuan penciptaan karya
-untuk diperjualkan
- untuk dipertunjukan
- untuk hiasan
- untuk hiburan
- untuk menunjukan bakat dan kemampuan